Tampilkan postingan dengan label aku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label aku. Tampilkan semua postingan

AKU MENGGUGAT MAKA AKU KIAN BERIMAN

Jumat, 19 Juli 2013


Sistem pendidikan modern mengajarkan pentingnya kajian kritis dan objektif. Generasi kita diajari untuk bertanya dan menyanggah. Mereka juga diajari bahwa tak ada jabatan yang mustahil bagi perempuan. Sementara, masjid dan subkulturnya mengajari mereka agar tidak mempertanyakan tradisi keagamaan dan membatasi peran perempuan. Tak pelak, keimanan mereka terimpit dalam ruang penafsiran yang begitu sempit.

Tak punya hak untuk meragukan apa yang diyakini, mereka berontak. Mereka menggugat ketepercayaan hadis, peran akal, patriarki, dan budaya masjid. Mereka cenderung memilih larut dalam musik, film, teknologi, mode pakaian, hiburan, dan berita yang memberi mereka keleluasaan meragukan segala hal. Dan, mereka enggan mendekat ke masjid yang malah berjuang keras menjadi antitesis dari budaya tempat mereka hidup, belajar, dan bekerja.

Buku ini mengajak kita berbagi kegelisahan dengan para muslim yang tengah bergulat mempertahankan agama mereka. Bijaksana, masuk akal, dan masuk hati. Itulah kata-kata yang tepat untuk menggambarkan bagaimana Jeffrey Lang menanggapi gugatan-gugatan dan komentar. Ketulusannya menjawab memberikan banyak jalan keluar dari kebimbangan iman. Kehati-hatiannya menjaminkan kecermatan dan keluasan pertimbangan.

Sungguh sebuah buku yang menyejukkan iman dan membangkitkan semangat berislam secara lebih kukuh dan mendalam. Juga menawarkan bagaimana berislam tanpa meninggalkan modernitas, beriman tanpa mengenyahkan sikap kritis, dan berakhlak tanpa kehilangan jati diri dan budaya sendiri.

Format file : DigiBook
Download
Read More..

Buku Tuhan Izinkan Aku Menjadi Pelacur Kisah seorang Muslimah yang menjadi Pelacur

Selasa, 16 Juli 2013

tuhan izinkan aku menjadi pelacur, kisah muslimah yang menjadi seorang pelacur
Tuhan, Izinkan Aku Menjadi pelacur!
Memoar Luka Seorang Muslimah.
Karya Muhidin M Dahlan
Buku yang sempat mengundang banyak perdebatan karena kata pelacur ini mengisahkan seorang mahasiswi alim yang juga mantan aktivis sebuah gerakan Islam dan cerdas. Kirani menjadi tokoh sentral dalam buku: Tuhan, Izinkan Aku Menjadi Pelacur, yang kemudian tertarik dan masuk menjadi anggota Jemaah, yaitu suatu organisasi rahasia yang bertujuan menegakkan syariat Islam dengan mendirikan negara Islam di Indonesia.

Kirani awalnya tinggal di Pondok Ki Ageng bersama seorang sahabatnya yang menjadi teman diskusi sekaligus tempat curhat. Di kampus, Kirani aktif dalam forum kajian yang membahas tentang masalah-masalah keislaman. Melihat kisah-kisah hidupnya, tak pernah terbayangkan jika muslimah ini akan terjebak dalam dunia free sex dan menjadi pelacur.

Dari forum inilah Kiran mengenal Mas Dahiri, sebuah perkenalan yang akan mengubah jalan hidup Kirani sama sekali. Bermula dari perkenalan inilah akhirnya Kiran bergabung dengan jamaah, setelah menjadi anggota Jemaah, mula-mula Kirani bersemangat melakukan dakwah dan menyumbangkan dana secara teratur dalam jumlah cukup besar.

Sosok Nidah Kirani digambarkan sebagai seorang muslimah yang taat, sangat jauh dari kesan seorang wanita pelacur. Tubuhnya dihijabi oleh jubah dan jilbab besar. Kecintaannya pada agama membuat dia memilih untuk hidup yang sufistik. Dan keinginannya hanya satu yaitu menjadi muslimah yang beragama secara kaffah.

Tapi di tengah jalan ia diterpa badai kekecewaan. Organisasi garis keras yang mencita-citakan tegaknya syariat islam di Indonesia yang di idealkannya bisa mengantarkannya berislam secara kaffah ternyata malah merampas nalar kritis sekaligus imannya. Setiap tanya yang dia ajukan dijawab dengan dogma yang tertutup. Berkali-kali di gugatnya kondisi itu tapi hanya kehampaan yang hadir. Bahkan Tuhan yang selama ini dia agung-agungkan seperti “lari dari tanggung jawab” dan “emoh” menjawab keluhannya. Di titik ini, kisah Pelacurannya akan dimulai.

Dalam keadaan kosong itulah dia terjerembab dalam dunia hitam. Ia lampiaskan frustasinya dengan free sex dan mengkonsumsi obat-obat terlarang. “Aku hanya ingin Tuhan melihatku. Lihat aku Tuhan! Kan kutuntaskan pemberontakanku pada-Mu!” katanya setiap kali usai bercinta yang dilakukannya tanpa ada secuilpun rasa sesal bahwa tubuh yang tertutup busana muslimah digunakan untuk melacur.

Dari petualangan seksnya itu tersingkap topeng-topeng kemunafikan dari para aktivis yang meniduri dan ditidurinya – baik aktivis sayap kiri maupun sayap kanan (islam) – yang selama ini lantang meneriakkan tegaknya moralitas. Bahkan terkuak pula sisi gelap seorang dosen kampus Matahari terbit Yogyakarta yang bersedia menjadi germonya dalam dunia remang pelacuran yang ternyata anggota DPRD dari fraksi yang selama ini bersikukuh memperjuangkan tegaknya syariat islam di Indonesia.

Buku Tuhan, Izinkan Aku Menjadi Pelacur ditulis dengan bahasa yang sederhana, ada beberapa pembaca yang kesulitan karena pada teks-teks awal, buku ini terasa berat. Namun sang penulis, Muhidin M. Dahlan tentu sangat piawai mengolah kata dan membangun alur cerita. Kisah-kisahnya berani dan tidak berbelit.
Read More..